Singaraja – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melepas 10 mahasiswa yang berhasil mengikuti Program Fast Track (3+2) dalam rangka melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di luar negeri. Pelepasan berlangsung di Ruang Ganesha 1 Undiksha, Senin (24/8/2026), oleh Wakil Rektor I Undiksha, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I., didampingi jajaran Unit Kerja Sama Undiksha.
Dari 10 mahasiswa tersebut, sembilan mahasiswa akan melanjutkan studi ke Ming Chi University of Technology (MCUT), Taiwan, sedangkan satu mahasiswi akan melanjutkan pendidikannya ke University of La Rochelle, Prancis. Para mahasiswa tersebut terpilih setelah melalui proses seleksi. Terlebih, Sinta Dewi, yang berhasil lolos ke Prancis, telah menyelesaikan Level B2 Bahasa Prancis serta memperoleh nilai tertinggi di tingkat nasional. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan mahasiswa Undiksha untuk mengikuti pendidikan pada lingkungan akademik internasional.
Dalam sambutannya, Prof. Rasben menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang mendapatkan kesempatan mengikuti program tersebut. Ia menegaskan bahwa kesempatan untuk mengikuti pendidikan internasional merupakan bagian dari upaya Undiksha dalam membuka wawasan mahasiswa terhadap dunia global. Undiksha terus berupaya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun perspektif global, serta memperoleh pengalaman internasional yang dapat menjadi bekal penting bagi masa depan. “Undiksha berusaha memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membuka wawasan dan perspektif global serta mendapatkan international experience,” uajrnya.
Prof. Rasben berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, baik untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun mengembangkan karakter dan jejaring internasional. “Harapan saya tentunya adik-adik bisa sukses, tunjukkan performance dan buat bangga orang tua,” pesannya. Ia juga berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sarjana di Undiksha dan melanjutkan hingga memperoleh gelar magister di universitas mitra.
Lebih lanjut, Prof. Rasben mengingatkan bahwa keberangkatan mahasiswa ke luar negeri tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama Undiksha dan Indonesia. Karena itu, para mahasiswa diminta mampu menjaga sikap, perilaku, serta hubungan baik selama berada di negara tujuan. Ia mengutip sebuah ungkapan, “You can choose your friends, but you cannot choose your neighbors.” Menurutnya, ungkapan tersebut relevan dengan kehidupan mahasiswa ketika berada di lingkungan internasional yang memiliki keberagaman budaya dan karakter.
Pesan tersebut menjadi penting karena pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga kemampuan mahasiswa beradaptasi, menghargai perbedaan budaya, membangun komunikasi, serta menjaga nama baik institusi.
Prof. Rasben juga mendorong para mahasiswa untuk tidak berhenti pada jenjang magister. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan mampu memanfaatkan peluang untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral maupun membangun karier profesional di tingkat internasional. “Harapan saya, setelah lulus dan mengambil kesempatan untuk melanjutkan ke PhD atau bekerja dengan layak di Taiwan atau Prancis, adik-adik dapat membuka peluang yang lebih baik untuk masa depan,” katanya.
Program Fast Track menjadi salah satu bentuk komitmen Undiksha dalam memperluas internasionalisasi pendidikan tinggi dan memberikan pengalaman akademik global kepada mahasiswa. Dengan keberangkatan sembilan mahasiswa ke MCUT Taiwan dan satu mahasiswa ke University of La Rochelle Prancis, Undiksha kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, pengalaman internasional, serta kesiapan bersaing di tingkat global. (Adm)







